Archive for May, 2007

It Hurts Me So

Sunday, May 27th, 2007

It hurts when you know that the person you love the most, never admit your sacrificer and always ask you to sacrifice more and more.

It hurts when you know that the person you love the most, never want you to be happy.

It hurts when you know that the person you love the most, never ask about what you feel.

It hurts when you know that the person you love the most, never admit your existence.

It hurts when you know that the person you love the most, never love you.

It hurts when you know that the person you love the most so that you cannot live without, is crying because of you.

"You Will Be Really Hurt By The Person You Love The Most"

.

(with all the pains, sorrows, and tears…)

Long Weekend

Monday, May 21st, 2007

Weekend kmaren emg jatahnya libur panjang. Bayangin aja 4 hari berturut-turut libur, ga masuk kantor, ga ngurusin kerjaan! Bahagia ga seh…?!?!

Fiuh! Harusnya seh seneng bisa libur panjang… Tapi bagi gw yang sama sekali tidak merencanakan apa-apa buat liburan panjang, jadinya ya sedikit membosankan…!

Tapi ada untungnya juga weekend kmaren 4 hari. Gw belajar satu hal penting. Berdamai dengan diri sendiri. Satu hal itu gw pelajarin selama long weekend kmaren.

Gw akhirnya bisa melunakkan sikap gw untuk sesuatu yang gw alamin setahun yang lalu… (Keluarga HeHe: Inget waktu gw cerita di mobil Imam sepulang dari Wedding Party-nya Kartini…? Gw berdamai dengan diri gw tentang masalah itu… Bener yang loe bilang, Mam, bahwa biarkan waktu yang merubah sikap gw and I did that!!)

Emang seh masalah yang gw alamin sejak setahun yang lalu itu, ga semuanya tahu… Hanya segelintir orang yang tahu… Untuk bercerita tentang masalah itu pun gw susah… (Elo adalah orang pertama yang tahu tentang masalah ini, Onyay…! :D Inget waktu qt karo-karo gila-gilaan 6 jam di Inulvista POIN Square…??? Itu pertama kali gw mengungkapkan masalah itu ke orang lain!)

Ternyata berdamai dengan diri sendiri itu bikin lega deh :)

Selain berdamai dengan diri sendiri, gw juga ngelakuin hobi gila gw :D Gw rerun film All About Eve (a Korean movie) selama long weekend!! Bayangin aja 20 episode All About Eve gw ulang lagi! Kurang kerjaan banget seh gw… hahahahahahaha…

Tapi gw ga pernah bosen nonton film itu. Sue Cang masih tampan aja kelihatannya… Yin Mei masih bikin sebel… Sia Mei bikin gregetan… Sao Ti bikin ketawa karena ulahnya sama Cun Chuei…

Klo nonton film itu, keingetan masa-masa kost dulu di Malang :P Klo skarang kan udah santai nonton All About Eve-nya, tapi klo dulu… Ckckckckckckckckckck… Bisa heboh gitu nontonnya!! (Begadang 2 malem hanya untuk nyelesain film itu… Bolos kuliah demi ngebayar waktu tidur malam gw :P Dan yang pasti seh inget dulu nangis bareng sama Mbak Dini n Mbak Fitri gara-gara film ini dan jadi mafia di rental VCD deket kost-an… hahahaha…)

Oia… Gw juga memulai lagi hobi lama gw, yaitu membaca! Gw mulai rajin lagi ngunjungin toko buku dan beli buku bacaan. Meskipun bacaan gw skarang malah beralih ke teenlit or chicklit buatan Indonesia… Entah kenapa gw jadi suka aja bacaan ringan seperti itu. Yang jelas seh buku bacaan ringan bgitu, bikin gw ketawa! :D

Meskipun long weekend gw kebanyakan dihabiskan dirumah, tapi gw tetep seneng! Menikmati hidup itu bisa dilakukan dengan berbagai cara… Termasuk yang paling sederhana sekalipun!

.

PS: Makasih untuk Abang yang udah ngajak aku bicara malam waktu itu…

Foto NoBar 2 Cineplex Group

Monday, May 14th, 2007

Mo lihat foto-foto waktu NoBar II Regional Jakarta…? Visit my blog http://delia-shuningtyas.blogspot.com :D

Buat anak-anak Cineplex yang kmaren ikutan NoBar, maaf yaaaaa… Bukannya ga mau upload ke Group, tapi gw dah coba dan ga bisa hiks… hiks… hiks… :( Maaf banget yaaaaaaaa…

Mudah-mudahan semua bisa mengakses blog gw itu :P

Selingkuhan or Soulmate

Wednesday, May 9th, 2007

I Still Believe

Tuesday, May 8th, 2007

[Verse 1]
Somehow I know I will find a way,
To a brighter day, in the sun…
Somewhere I know that he waits for me,
Someday soon he’ll see, I’m the one…
.
[Hook:]
I won’t give up on this feeling…
And nothing could keep me away…
.
[Chorus:]
‘Cause I still believe in destiny,
That you and I were meant to be…
I still wish on the stars as they fall from above…
‘Cause I still believe, believe in love…
(Na na na, na na na, na na na, na na na)

[Verse 2]
I know what’s real can not be denied,
Although it may hide for a while…
With just one touch love can calm your fears,
Turning all your tears, into smiles…
.
[Hook:]
It’s such a wonderous feeling,
I know that my heart can’t be wrong…
.
[Chorus:]
‘Cause I still believe in destiny,
That you and I were meant to be…
I still wish on the stars as they fall from above…
‘Cause I still believe, believe in love…

.

.
[Breakdown:]
Love can make miracles, change everything…
Lift you from the darkness and make your heart sing (make your heart sing)…
Love is forever, when you fall, it’s the greatest power of all…

.

.
[Chorus:]
Oh I still believe in destiny,
That you and I were meant to be…
I still wish on the stars as they fall from above…
‘Cause I still believe, believe in love…
Yes I still believe, believe… In love…
I still believe in love…
(na na na, na nana, na na na, na nana)
I still believe, believe in love…
I still believe, believe in love…

Dang! Miss Him…

Monday, May 7th, 2007

Rasa ini harusnya sudah hilang…

Rasa ini harusnya sudah pergi…

Rasa ini harusnya tidak kembali…

Rasa ini harusnya tidak mengusik…

Rasa ini harusnya tergantikan…

Rasa ini harusnya terabaikan…

:(

Seandainya Abang ga pernah ucapin kata itu, mungkin sekarang Delia masih tetap seperti dulu. Masih tetap menjadi teman Abang. Masih tetap setia mendengarkan cerita-cerita Abang. Tapi sekarang…? Apa yang sudah terjadi, ga akan pernah kembali ke awal…

Delia rindu Abang!

Cinderella III: A Twist in Time

Monday, May 7th, 2007

What if the slipper didn’t fit…?

Siapa seh yang ga tau cerita dongeng terkenal, Cinderella, yang terkenal dengan sepatu kaca dan lonceng jam 12 malamnya itu…? Semua orang pasti tau ceritanya. Entah itu generasi 70an, 80an, bahkan generasi sekarang pun tau cerita Cinderella… Bahkan ga sedikit pula yang mengkhayalkan cerita cinta seperti Cinderella :D (Gw mungkin salah satunya… hehehehehehe…) Hanya karena sepatu kaca yang ketinggalan di tangga menuju istana yang muat di kakinya, Cinderella jadi putri yang dipersunting pangeran tampan berbaju putih dan berkuda putih…

Tapi bagaimana klo sepatunya tiba-tiba ga cukup di kakinya Cinderella seperti yang gw tanyain di awal…?

Cinderella III: A Twist in Time adalah DVD kartun terakhir yang gw tonton. Emang apa bedanya sama the famous fairy tale Cinderella yang dulu…? Sama aja qo… Cuma ceritanya, menurut gw lebih tidak dongeng. Karena apa…? Ya karena ceritanya itu diputarbalikkan dari cerita dongeng yang dari jaman dulu udah kita kenal…

Klo mo tau gimana alur ceritanya, mending nonton aja sendiri. Cari DVD Cinderella III: A Twist in Time… Udah ada qo…! :D

Jadi begini… Di Cinderella III, mantera yang udah dikenakan ke Cinderella oleh si Ibu Peri (bibbidi bobbidii boo) dipatahkan oleh Ibu Tiri Cinderella karena tongkat sihir Ibu Peri diambil sama Anastacia (kakak tiri Cinderella).Walhasil, cerita live happily ever after-nya Cinderella diambil sama Ibu Tirinya. Pangeran Tampan itu dibuat lupa sama sekali tentang Putri yang dansa sama dia. Pokoknya penuh intrik deh… (ciiiieeeeeee…)

Tapi… Meskipun begitu, the power of true love emang ga akan pernah hilang meskipun dibawah pengaruh sihir…!

:D

Moral story of the film adalah… Biar bagaimanapun, klo yang namanya udah jodoh ya akan tetap berjodoh!

Percaya ga loe klo dari sentuhan tangan aja loe bisa menemukan jodoh loe…? Bukan berarti klo nti loe ketemu lawan jenis loe, langsung deh minta salaman or pegangan tangan! Bukan begitu…

Saat loe pegang tangannya, loe pasti akan ngerasa klo dia adalah jodoh loe! Sesuatu dalam diri loe, bilang klo he’s the one. He’s your soulmate. Klo katanya Rini di buku Kok Putusin Gue? karangan Ninit Yunita, diistilahkan dengan percikan. Klo menurut buku Jendela-Jendela karangan Fira Basuki, diistilahkan dengan butterflies on your stomach.

It’s Cinderelly… Cinderelly… The Prince knows he danced with Cinderelly… It’s Cinderelly… Cinderelly…

:D

‘Cause I Still believe in destiny… That you and I were meant to be…

I Still wish on the stars as they fall from above…

‘Cause I still believe… Believe in love…

Marriagable

Tuesday, May 1st, 2007

Buku terakhir yang gw baca adalah "Marriagable: Gue Mau Nikah Asal…" karangan Riri Sardjono. Buku itu direkomendasiin sama ‘anggota keluarga‘ gw, Onyay dan Adit. Menurut mereka berdua, buku ini adalah ‘buku yang cewek banget’! Karena gw masih berjenis kelamin perempuan, jadi gw bacalah buku Marriagable ini.

Selesai baca buku ini, gw langsung setuju dengan apa yang dibilang Onyay dan Adit. Entah kenapa pula, selesai ngebaca buku itu timbul hasrat menggebu dari diri gw untuk menulis. Hasrat menulis di sini bukan berarti gw mau saingan sama Riri Sardjono buat bikin buku. Bukan! :D Tapi hasrat untuk menulis perasaan gw setelah membaca buku ini.

Buku Marriagable ngebuat gw sadar akan beberapa hal. Patah hati. Perjodohan. Persahabatan. Hubungan dengan orang tua. Pernikahan. Cinta.

Patah Hati. Semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya patah hati. Termasuk Flory, sang tokoh utama di buku Marriagable. Flory patah hati gara-gara mantan pacarnya, Gilang, selingkuh dengan cewek lain yang lebih muda dan lebih kayak boneka Barbie. Gw pun pernah patah hati. Mas Pras. Abang Fathur. Meskipun klo dalam kisah patah hati gw, ga ada istilah selingkuh. Klo menjadi selingkuhan, ya jelas pernah :P Tapi patah hati itu ga boleh disimpan lama-lama. Seperti yang dibilang Ara (sahabatnya Flory), "Move on dan raih hidup yang ada di depan lo, bukan di belakang." Masa lalu ada untuk dijadikan cermin, bukan untuk dijadikan tujuan. Tujuan itu ada di depan, bukan di belakang.

Perjodohan. Jodoh itu memang di tangan Tuhan. Tapi bukan berarti karena jodoh yang menentukan adalah Tuhan, kita jadinya ga berusaha untuk menemukan soulmate kita (klo pake istilah di Marriagable, tulang rusuk yang sama). Banyak cara untuk menemukan the one. Mungkin dia ada di antara teman sekolah. Di antara teman sepermainan waktu kecil dulu. Di antara teman-teman dari kakak atau adik kita. Atau bahkan anak dari teman orangtua kita :P Ngebayang ga seh klo kita suatu saat akan dijodohkan…?! Entah itu dijodohin sama anak dari temennya Nyokap/Bokap, sama temennya temen loe, or even sama temennya kakak loe. Flory, dijodohin sama Vadin, anak dari temen Nyokapnya. Awalnya Flory ga mau dijodohin sama Vadin. Tapi siapa sangka klo ternyata jodoh yang awalnya loe tolak, malah bisa jadi tulang rusuk loe…?! Wah… Jadi pengen dijodohin… hihihihihihi…

Persahabatan. Ternyata semboyan "we don’t have to be in the same character to be friends" adalah benar. Terbukti di buku Marriagable itu. Persahabatan antara Flory, Ara, Dina, Kika, Gerry, dan Padma yang punya karakter jauh berbeda ternyata bisa juga dijalanin… Terbukti juga dengan Keluarga HeHe :D Bisa kebayang ga klo semua temen loe punya karakter dan sifat yang sama kayak elo…? Bagaikan bercermin! Ga enak banget, pastinya… Jadi, gw bersyukur banget bisa punya banyak sahabat yang Alhamdulillah semua karakternya beda sama gw :D Dan lagi, cara berkomunikasi itu emang bisa beda-beda… You can call it fighting, but for some people they call it communicating. Tapi ada bagian dialog yang gw suka di Marriagable antara Ara dan Flory saat Flory melakukan permainan konyolnya untuk Vadin.

"Apa yang elo cari, Flo?" tanyanya waktu itu. "Elo mengobati kesepian lo dengan sesuatu yang suatu hari nanti akan bikin elo kesepian lagi."

"Gue punya elo semua,  kenapa gue harus kesepian?"

"Kita cuma teman lo, Barbie," jawab Ara iba. "Elo tau itu, kan?"

"Maksud lo?"

"Teman bukan someone waiting home for us, Honey."

Dialog itu buat gw keren abis!

Pernikahan. Selama ini gw slalu menargetkan untuk menikah sebelum umur gw 25 tahun. Tapi buku ini ngebuat gw berpikir lebih matang dan jauh lagi tentang pernikahan. Dulu, bagi gw cinta aja udah cukup di dalam sebuah pernikahan. Ternyata, cinta aja ga cukup untuk ngebangun sebuah pernikahan. Masih banyak hal lain yang diperlukan di dalam sebuah pernikahan. Rasa nyaman terhadap teman sepanjang sisa hidup loe, cara berkomunikasi antara elo dan tulang rusuk loe, dan yang terpenting adalah apakah dia bisa bikin elo ketawa atau tidak! Dengan gw ngebaca buku Marriagable, meskipun itu hanya fiksi, tapi bisa ngebuat gw sedikit menurunkan ritme hasrat gw yang menggebu-gebu untuk menikah. Bukan berarti hasrat itu hilang dan terpendam. Bukan! Hanya sedikit membuat angan gw lebih memijak bumi :D Ternyata bersama seseorang yang bisa membuat kita nyaman dan tertawa itu jauh lebih baik daripada bersama seseorang yang mencintai kita tapi tidak bisa membuat kita nyaman dan tertawa :) Selain itu, kondisi keuangan kita pun berpengaruh terhadap pernikahan. Apakah kondisi keuangan kita sudah siap untuk sebuah pernikahan? Bukannya gw ngebantah slogan "rejeki itu akan datang kapan saja". Hanya saja bersikap lebih realistis dengan standar hidup yang ada saat ini. Meskipun standar kenyamanan udah diturunin, tapi kan klo menikah itu udah bukan cuma ada elo sendiri. Ada pasangan loe. Belum lagi klo nti ada anak. Ckckckckckck… Semakin susah saja sekarang :D

Marriages maybe made in heaven, but a lot of the details have to be worked out here on earth - Gloria Pitzer.

You get married not to be happy but to make each other happy - Roy I. Smith.

Cinta. Yang slalu gw pegang adalah bahwa cinta itu bisa tumbuh seiring dengan waktu. Witing tresno jalaran soko kulino. Cinta datang karena terbiasa. Lebih baik gw menjalani hubungan yang awalnya tanpa cinta, daripada berawal dari cinta tapi berakhir di kata-kata "gw ga sayang loe lagi"!

:)

Romeo… Romeo… Where are thou…???

Sudah siapkah gw untuk menikah…?!?!